SEMANGAT

Kamis, 20 Oktober 2016

MENGENAL APA ITU OPEN STACK
2
SEKILAS TENTANG DESKRIPSI OPEN STACK
OpenStack adalah sistem operasi awan yang mengontrol lingkungan komputasi besar, storage, dan sumber daya jaringan di seluruh data center, semua dikelola melalui dashboard yang memberikan kontrol administrator sekaligus memberdayakan pengguna mereka ke sumber daya penyediaan melalui antarmuka web (Web GUI). Openstack memiliki API standard yang berfungsi sebagai alat komunikasi dengan software lain. Jadi developer dapat membuat software yang berfungsi untuk mengakses sejumlah resource dari Openstack ini dengan menggunakan API yang tersedia. OpenStack merupakan platform perangkat lunak untuk cloud, baik publik maupun privat.Inisiatif OpenStack dimulai tahun 2010 oleh Rackspace dan NASA. Relatif muda dibandingkan dengan beberapa inisiatif cloud lain seperti CloudStack atau OpenNebula. Proyek ini didukung oleh banyak pihak dari industri maupun individu.
OpenStack memungkinkan perusahan atau siapa saja membangun dan menawarkan layanan komputasi awan (Cloud computing) dengan memanfaatkan software Open Source yang bebas dan hardware standar. Utamanya bertindak sebagai infrastruktur pada platform layanan IaaS (Infrastructure as a Service), adalah software bebas dan open-source yang dirilis di bawah persyaratan Lisensi Apache 2.0, yang memberikan kebebasan siapa saja untuk memanfaatkannya untuk apa saja. Proyek ini dikelola oleh OpenStack Foundation, sebuah entitas perusahaan non-profit yang didirikan pada September 2012 untuk mempromosikan perangkat lunak OpenStack dan masyarakat. Lebih dari 200 perusahan (2013) yang bergabung termasuk, mulai dari Arista Networks, AT&T, AMD, Brocade Communications Systems, Canonical, Cisco, Dell, EMC, Ericsson, F5 Networks, Groupe Bull, Hewlett-Packard, IBM, Inktank, Intel, NEC, NetApp, Nexenta, Rackspace Hosting, Red Hat, SUSE Linux, VMware, Oracle dan Yahoo!.
Teknologi ini terdiri dari serangkaian proyek yang saling terkait yang mengontrol gabunga dari pengolahan, penyimpanan, dan jaringan sumber daya lintas pusat-pusat data, memiliki kemampuan dalam mengelola atau mengatur melalui dashboard berbasis web, perangkat perintah baris, atau melalui RESTful API.
TL;DR OpenStack:
  • Platform cloud sumber terbuka (open-source), untuk cloud publik maupun privat
  • Platform IaaS (Infrastructure as a Service) yg mengatur sumber-daya a.l. compute, storage, network
  • Sistem operasi cloud yg massively scalable
  • Proyek dan komunitas open-source besar, didukung dan diikuti oleh banyak pihak, baik individu maupun industri7

Rilis OpenStack

Codename Rilis Terakhir Status
Juno Oct 16, 2014 Stable, Security-Supported
Icehouse Oct 2, 2014 Security-Supported
Havana Sep 22, 2014 EOL
Grizzly Mar 20, 2014 EOL
Folsom Apr 11, 2013 EOL
Essex Oct 12, 2012 EOL
Diablo Jan 19, 2012 EOL
Cactus Apr 15, 2011 Deprecated
Bexar Feb 3, 2011 Deprecated
Austin Oct 21, 2010 Deprecated
Arsitektur
 1
  • OpenStack dirancang dengan aristektur modular, Berikut adalah komponen dari Openstack :
1. Horizon – Dashboard
Horizon merupakan tampilan dashboard untuk Openstack. Horizon menyediakan antarmuka web untuk semua komponen dalam Openstack termasuk Nova, Swift, Keystone dll. Horizon merupakan implementasi (ofisial untuk konsep) dashboard OpenStack. layanan OpenStack Horizon dibuat menggunakan platform Django dengan konsep yg extensible dan mengunakan komponen-komponen reusable.
 2. Swift – Object Storage
Swift merupakan komponen Object Storage pada Openstack. Swift dapat menyimpan dan menerima data yang sangat banyak dan dapat di-scale dengan mudah. Switch ideal untuk menyimpan data tidak terstruktur yang dapat berkembang tanpa batas.
3.Glance – Image Service
 4. Nova – Komputasi (Compute)
Nova merupakan komponen untuk mengatur proses dan alokasi CPU untuk setiap virtual machine. Kontroler compute seperti Nova, merupakan komponen utama dari sistem IaaS, karena entitas ini yg mengatur proses dan alokasi CPU untuk setiap VM.
Karakteristik Nova:
  • Component based architecture: memudahkan penambahan fitur dan dan/atau perubahan skema (behaviour)
  • Highly available: dapat menyesuaikan dengan penambahan beban komputasi (scale)
  • Fault-Tolerant: proses yg terisolasi untuk menghindari kegagalan karena efek domino (cascading failures)
  • Recoverable: kegagalan akan mudah di-diagnosis, di-debug dan ditanggulangi
  • Open Standard: menjadi implementasi referensi untuk API yg community-driven
  • API Compatibility: API yg kompatibel dengan sistem-sistem populer seperti Amazon EC2
 5. Cinder – Block Storage
Cinder merupakan komponen storage yang digunakan oleh element compute (Nova). Cinder memberikan akses kepada admin untuk mengatur kebutuhan terhadap media penyimpanan. Cinder melakukan virtualisasi terhadap kumpulan dari perangkat block storage dan memberikan akses kepada elemen compute untuk menggunakan resource tersebut tanpa perlu tahu storage mana yang sedang digunakan. Cinder menyediakan layanan penyimpan blok (persistent) untuk digunakan oleh compute instances. Cinder didisain untuk bekerja-sama dengan komponen OpenStack, terutama compute dan dashboard. Cinder memungkinkan admin/pengguna untuk mengatur kebutuhan terhadap media penyimpan dan dapat digunakan untuk skenario-skenario pemakaian yg sensitif atau yg membutuhkan kinerja tinggi seperti: penyimpan database, expandable file systems, akses raw pada penyimpan blok, snapshot management e.g untuk backup/restorasi.
6. Quantum (Neutron) – Networking
Neutron (sebelumnya disebut quantum) merupakan komponen untuk menyediakan Network connectivity as a service i.e. Neutron melakukan kendali atas network yang melibatkan virtual machine. Fungsi yang termasuk di dalamnya adalah mengatur jaringan/subnet, router, load-balancer, gateway, dan floating IP. Neutron juga merupakan elemen yg (akan) banyak bersentuhan dengan konsep SDN.
7. Keystone – Identity Service
8. Heat – Orchestration
Heat merupakan project utama untuk orchestration. Program orchestration merupakan penengah antara manusia dan mesin yang digunakan mengatur semua komponen infrastruktur dan aplikasi di dalam cloud Openstack.
9.Trove – Database
Trove merupakan komponen Database-as-a-service untuk Openstack. User atau administrator database dapat mengatur beberapa database instance sesuai kebutuhan.
10.Ceilometer – Telemetry (Billing)
8
  • OpenStack mempunyai 2 jenis produk diantaranya adalah sebagai berikut:

  • OpenStack Object Stronge  
OpenStack Storage adalah software untuk membangun object storage yang redundan, skalabel menggunakan clusters dari segudang server-server biasa untuk memungkinkan kapasitas penyimpanan data tak terbatas (ribuan terabytes atau bahkan petabytes). Sistem yang digunakan untuk menyimpan object dalam skala besar dengan redundandcy dan failover built-in. Object Storage ini seringkali digunakan untuk backup data atau pengarsipan data, video streaming,serta pengembangan applikasi berbasis cloud dengan Object Storage di dalamnya.
  • OpenStack Compute
OpenStack Compute adalah Open souce Software yang di desain untuk me-manage jaringan-jaringan skala besar, virtual mesin serta menciptakan platform yang scalable untuk cloud-computing. Di dalamnya terdapat tools untuk memanage cloud, termasuk menjalankan instances, mengatur networks, dan mengatur user access di dalam cloud.

v  OpenStack Image Service

           OpenStack Image Service atau di sebut Glance Adalah salah satu produk dari OpenStack yang digunakan untuk layanan virtual disk images.

  • Top of Form
Tujuan OpenStack
Untuk memungkinkan setiap organisasi atau perusahaan untuk membuat dan menyediakan layanan cloud computing dengan menggunakan perangkat lunak open source yang berjalan diatas perankat keras yang standar.
Instalisasi OpenStack
Installasi OpenStack kali ini dilakukan di atas OS Linux CentOS dengan mengunakan Hardware Memori minimum 2 Gig dan Processor yang sudah mendukung Virtualisasi. Berikut Tahapannya :
  1. sudo yum install -y http://rdo.fedorapeople.org/rdo-release.rpm
  2. sudo yum install -y openstack-packstack
  3. packstack –allinone
Hanya dengan 3 langkah diatas, kita sudah bisa install OpenStack.

Install OpenStack Havana Multi Node dengan PackStack

Installasi OpenStack Havana Multi Node dengan menggunakan PackStack. Dalam Installasi ini saya menggunakan 3 buah server DEll Power Edge R610
  • DEll Power Edge R610 (Node 2), IP Address 172.16.65.205
  • DEll Power Edge R610 (Node 3), IP Address 172.16.65.206
  • DEll Power Edge R610 (Control node, Network node, Storage node, Compute node), IP Address 172.16.65.207
Dalam konfigurasi kali ini digunakan mode VLAN, dengan menggunakan 2 card di masing masing server
Server Public VM Net Role
node3 em1: 172.16.65.207/22 em2 Control node, Network node, Storage node, Compute node
node1 em1: 172.16.65.205/22 em2 Compute nodes
node2 em1: 172.16.65.206/22 em2 Compute nodes
  •  konfigurasi network di masing masing node  :

Konfigurasi Network di Node 3

Konfigurasi Network di Node 1

Konfigurasi Network di Node 2

  • Setelah masing masing network di setiap node sudah di konfigurasi, langkah selanjutnya adalah install packstack di server controller “Node 3″ dengan cara sebagai berikut :
[root@controller ~]# sudo yum install -y http://rdo.fedorapeople.org/rdo-release.rpm[root@controller ~]# sudo yum install -y openstack-packstack
  • Setelah melakukan proses installasi OpenStack Packstack seperti langkah di atas, langkah selanjutnya adalah generate file konfigurasi untuk multinode
[root@controller ~]# packstack –gen-answer-file=multi-node.txt
  • Langkah selanjutnya adalah konfigurasi file multi-node.txt hasil generate command di atas, dalam konfigurasi ini beberapa perubhan file multi-node.txt yDI  lakukan
  • Setelah melakukan konfigurasi ulang file multi-node.txt menggunakan VI atau VIM, jalankan packstack dengan file answer di atas. [root@controller ~] # packstack –answer-file=multi-node.txt Ketika proses installasi OpenStack, mungkin ada source yang corrupt, apabila terjadi file corrupt, installasi bisa di ulang kembali. Apabila proses di atas sudah selesai, saat rubah network secara manual dengan mengedit file
  • Setelah di lakukan perubahan konfigurasi network, jalankan perintah berikut :
[root@controller ~]# ovs-vsctl add-port br-ex em1; service network restart, Untuk melakukan akses ke dahsboard Openstack, bisa dengan membuka Browser dengan mengetikkan http://172.16.65.207/dashboard/
3
Openstack Dashboard
Setelah login, kita bisa melihat node yang terinstall dan beberpa komponen OpenStack…, contoh di bawah ini tampilan menu hypervisor. terlihat semua memory di pool di summary.
4

Ø Cara melakukan Uninstall Openstack, Data Aplikasi serta paket pendukung

Warning! Dangerous step! Destroys VMs
for x in $(virsh list –all | grep instance- | awk ‘{print $2}’) ; do
   virsh destroy $x ;
   virsh undefine $x ;
done ;
# Warning! Dangerous step! Removes lots of packages
yum remove -y nrpe “*nagios*” puppet “*ntp*” “*openstack*” \
“*nova*” “*keystone*” “*glance*” “*cinder*” “*swift*” \
mysql mysql-server httpd “*memcache*” scsi-target-utils \
iscsi-initiator-utils perl-DBI perl-DBD-MySQL ;
# Warning! Dangerous step! Deletes local application data
rm -rf /etc/nagios /etc/yum.repos.d/packstack_* /root/.my.cnf \
/var/lib/mysql/ /var/lib/glance /var/lib/nova /etc/nova /etc/swift \
/srv/node/device*/* /var/lib/cinder/ /etc/rsync.d/frag* \
/var/cache/swift /var/log/keystone /var/log/cinder/ /var/log/nova/ \
/var/log/httpd /var/log/glance/ /var/log/nagios/ /var/log/quantum/ ;
umount /srv/node/device* ;
killall -9 dnsmasq tgtd httpd ;
vgremove -f cinder-volumes ;
losetup -a | sed -e ‘s/:.*//g’ | xargs losetup -d ;
find /etc/pki/tls -name “ssl_ps*” | xargs rm -rf ;
for x in $(df | grep “/lib/” | sed -e ‘s/.* //g’) ; do
   umount $x ;
done

Ø  Membuat subnet OpenStack dengan Command Line

Membuat Subnet
  • neutron router-create router1
  • neutron net-create net1
  • neutron subnet-create net1 172.17.0.0/24 –name subnet1
  • neutron router-interface-add router1 subnet1
Membuat Public Subnet
Untuk membuat Public Subnet caranya hampir sama dengan di atas, namun ada penambahan untuk external, sehingga network ini nantinya bisa berhubungan dengan external network.
6

Virtualisasi dan Hypervisor

Teknologi Virtualisasi adalah landasan bagi tumbuh dan berkembangnya OpenStack. Pada hakikatnya OpenStack tidak lain adalah suatu kerangka kerja bagaimana mengatur dan mendayagunakan teknologi virtualisasi yang berkembang terus agar penggunaannya baik dalam skala kecil maupun dalam skala yang luar biasa besar tetap terkontrol dan mudah dilakukan.

Virtualisasi pada keluarga komputer yang berarsitektur x86

Pada awalnya virtualisasi pada keluarga komputer yang berarsitektur x86 dianggap sulit direalisasikan karena prosesor x86 memiliki arsitektur yang dapat digambarkan dengan bagan seperti di bawah ini :
9
Prosesor x86 membagi tingkatan akses menjadi 4 tingkat yang dinamai Ring 0, 1, 2, dan 3. Ring 0 adalah satu-satunya tingkatan yang memungkinkan dijalankannya perintah-perintah untuk mengakses memori atau perangkat keras lainnya secara langsung.
Ring yang lain tidak dapat menjalankan perintah-perintah untuk mengakses memori dan perangkat keras secara langsung. Software yang dijalankan pada Ring 1, 2, dan 3 dibatasi aksesnya ke hardware untuk alasan keamanan sistem yang ketat. Akses hardware dari Ring selain Ring 0 akan diseleksi terlebih dahulu dan apabila diijinkan akan didelegasikan melalui Ring 0 dengan mendapatkan pengawalan yang sangat ketat.
Idealnya virtualisasi dapat dilakukan dengan mudah dengan cara menempatkan hypervisor pada Ring 0 dan OS minimal di Ring 1. Akan tetapi OS perlu mengakses memori dan perangkat keras lainnya secara langsung. Dalam kondisi biasa OS menempati Ring 0 dan tidak ada masalah. Bila OS harus digeser ke Ring 1 maka timbul masalah akses. Sehingga tantangan terbesar virtualisasi dalam keluarga komputer yang berarsitektur x86 adalah bagaimana membuat sebuah hypervisor yang dapat dijalankan di Ring 0 akan tetapi tidak menghalangi akses dari OS yang digeser dari Ring 0 ke Ring 1.
Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut yang mengakibatkan pada akhirnya muncul beberapa jenis hypervisor juga. Implikasinya ada tiga macam teknologi virtualisasi yang saat ini bersaing di pasar, yaitu :
  • Virtualisasi Total dengan cara translasi biner
  • Paravirtualisasi dengan modifikasi OS
  • Virtualisasi dengan bantuan perangkat keras.

Virtualisasi Total dengan cara translasi biner

virtualisasi total sementara ini adalah cara virtualisasi yang paling sulit. Implementasinya adalah dengan membuat hypervisor yang beroperasi di Ring 0 dan menggeser OS ke Ring 1. Setiap perintah yang mengakses memori atau perangkat keras lainnya yang dijalankan di Ring 1 dihadang terlebih dahulu agar supaya tidak menimbulkan “error” dengan cara ditranslasikan menjadi perintah yang efeknya sama seperti yang dikehendaki tetapi dijalankan oleh hypervisor yang berada di Ring 0. Sementara itu aplikasi yang dijalankan di Ring 3 karena tidak mengandung perintah yang mengakses memori atau hardware secara langsung dapat dieksekusi langsung tanpa interverensi dari hypervisor. Bagannya dapat dilihat seperti di bawah ini :
10
Keunggulan utama teknologi ini adalah tidak perlu ada perubahan pada guest OS dan dapat dijalankan di semua jenis prosesor x86 tanpa perlu fitur khusus.
Contoh implementasi dari teknologi ini adalah pada hypervisor vMWare ESX dan Microsoft Virtual Server.

Paravirtualisasi

Berbeda dengan virtualisasi total yang tidak memerlukan perubahan pada guest OS maka pada paravirtualisasi teknologi hypervisor yang diimplementasikan adalah dengan cara mengubah kernel dari guest OS menjadi kernel yang memahami virtualisasi. Hal ini dilakukan dengan mengubah perintah-perintah yang mengakses memori dan perangkat keras secara langsung menjadi sebuah hypercall yaitu perintah yang mengakses hypervisor (virtualization layer) yang mengatur implementasi virtualisasi.
Karena teknologi ini perlu mengubah kernel guest os maka pada awalnya paravirtualisasi tidak dapat menjalankan Windows sebagai guest OS, karena Windows adalah OS yang tidak open source. Bagan dari paravirtualisasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
 11
Satu hal yang paling menggembirakan dengan teknologi virtualisasi dengan dukungan hardware ini adalah munculnya hypervisor yang berkode sumber terbuka secara total yaitu KVM sehingga membuka kemungkinan bagi semakin cepatnya teknologi virtualisasi ini akan berkembang. KVM adalah hypervisor yang paling dominan dalam lingkungan OpenStack.
sumber: dari sini
prox1

Instalasi, konfigurasi IP, dan Pembuatan Virtualisasi Linux PROXMOX


Artikel kali ini akan menjelaskan tentang langkah-langkah instalasi, konfigurasi IP dan virtualisasi Linux PROXMOX. Selamat menyimak.
A. INSTALASI
1. Masukkanlah CD Proxmox VE ke dalam PC Anda. Sewaktu muncul tampilan seperti di bawah ini tekan Enter.
 prox1
2. Pilih “I agree” untuk memulai penginstallan
prox2
3. Pilih “Install” kemudian tekan “Next”
prox3
4. Isikan nama kota, zona waktu serta pilihan keyboard, tekan Enter.
prox4
5. Masukkan Password dan Konfirmasi Password Anda serta isikan alamat Email Anda kemudian Enter.
prox5
6. Lalu isikan nama domain Anda serta alamat IP Linux Proxmox sesuai keinginan Anda.
prox6
7. Tunggu proses instalasi selesai.
prox7
8. Setelah proses instalasi linux proxmox selesai, tekanlah tombol reboot.
prox8
9. Kemudian menghubungkan Linux Proxmox ke jaringan internet dengan melakukan setting IP.
B. KONFIGURASI IP ADDRESS
1. Masukkan user root dan password Anda yang telah dilakukan pada proses peng-instalan.
prox9
2. Tancapkan kabel LAN yang sudah terkoneksi ke internet ke dalam port PC Linux Proxmox.
3. Ketikkan perintah untuk membaca file interface di direktori etc/network dengan memberikan perintah nano /etc/network/interface lalu tekan enter.
4. Kemudian editlah file interface dengan menyamakan IP LAN yang terkoneksi ke internet dengan IP PC Linux Proxmox tersebut.
prox10
5. Setelah ke luar dari peng-editan file interface ketiklah perintah untuk me-restart settingan tadi yaitu /etc/init.d/networking restart
prox11
6. Ketikkan perintah ifconfig untuk melihat IP yang sudah kita konfigurasi tadi.
prox12
7. Kita uji apakah sudah terkoneksi ke jaringan internet atau tidak dengan memberikan perintah ping google.com jika tampilan sudah muncul tampilan seperti di bawah berarti linux proxmox sudah terkoneksi ke jaringan internet
prox13
C. VIRTUALISASI
1. Tampilan pertama login ke Linux Proxmox melalui browser. Masukkan user root dan kata sandi Anda kemudian tekan Login.
prox14
2. Sebelum membuat virtualisasi Proxmox kita memerkukan ISO Linux untuk di-upload dan untuk dijadikan sebagai virtualisasi di dalam proxmox.
3. Pertama pilih local -> pilih content -> tekan upload -> pilih iso yg akan di upload -> tekan tombol upload seperti gambar di bawah.
prox15
4. Setelah file sudah ter-upload, tekan tombol Create VM di pojok kanan atas seperti gambar di bawah.
prox16
5. Masukkan nama, VM ID, dan NODE seperti gambar di bawah ini.
prox17
6. Pindah ke tulisan OS dan centang Linux 24 Kernel.
prox18
7. Pilih ISO yang tadi sudah di-upload
prox19
8. Isikan konfigurasi hard disk sesuai dengan keinginan Anda.
prox20
9. Isikan kecepatan CPU Anda.
prox21
10. Isikan memory ke virtual Anda.
prox22
11. Setelah semua konfigurasi selesai, klik Finish seperti gambar di bawah ini.
prox23
12. Setelah pembuatan VM-nya selesai tinggal melakukan penginstallan ISO yg tadi kita upload dengan cara klik kanan pada virtualisai yg telah kita buat tadi -> Klik start ->lakukan penginstallan ISO sesuai keinginan Anda.
Contoh gambar penginstalan seperti di bawah ini.
prox24
13. Jika penginstallan virtualisasinya sudah selesai tinggal kita remote melalui web atau menggunakan aplikasi putty.
14. Cara me-remote melalui web dengan meng-klik kanan pada virtualisasi kita -> klik tulisan console -> remote virtualisasi proxmox yg telah di buat tadi sesuai keinginan anda.
Demikian artikel hari ini. Ditulis oleh: Febby C.S.

Mengenal Ubuntu Server


Ubuntu server adalah salah satu varian dari distro linux Ubuntu. Dalam pembahasan kali ini dan pembahasan selanjutnya, saya akan membahas tentang perintah CLI di Linux  dan seting server menggunakan ubuntu 12.10. Namun sebelum membahas lebih jauh tentang Ubuntu server akan saya kenalkan dulu apa itu ubuntu server dalam format FAQ sehingga lebih mudah di pahami.
Saya tahu ubuntu, tapi   ubuntu server itu apa seh? Apa yang beda ?
Ubuntu server adalah ubuntu yang didesain untuk di install di server. Perbedaan mendasar, di Ubuntu Server tidak tersedia GUI. Jika anda menggunakan ubuntu server artinya anda harus bekerja dengan perintah perintah di layar hitam ayng sering disebut konsole. Jika anda datang dari windows, maka tampilan ubuntu server seperti DOS.
Apa manfaatnya? kelihatannya susah? 
Bagi orang awam pemakai desktop, jelas tidak ada manfaatnya, tapi bagi admin jaringan, warnet, kantor, server dan perusahaan webhosting, ubuntu server merupakan solusi mudah dan free untuk membangun layanan seperti file sharing , printer sharing atau webhosting.
Ubuntu server walaupun hanya menggunakan CLI (Coomand line interface) tidaklah sesusah yang dikira karena sudah banyak tutorial dan help bawaan dari perintah itu sendiri. Yang dibutuhkan adalah kemauan membaca manual dan belajar bahasa inggris.
Apakah saya harus bayar untuk mendapatkan ubuntu server?
ubuntu server disediakan secara gratis oleh Canonical (perusahaan dibalik ubuntu). Anda tidak perlu membayar sepeserpun. Anda bisa mendownload di ubuntu.com atau yang dekat aja di repo.ugm.ac.id
Saya jarang melihat perusahaan memakai ubuntu server, bisa kasih contoh yang real ga ? 
Sebenarnya, jika kita tiap hari kita browsing, maka kemungkinan besar anda memanfaatkan ubuntu server tidak langsung. contohnya saat anda diwarnet dan mengambil film di server. Kemungkinan besar servernya menggunakan ubuntu. Masih diwarnet, saat anda browsing, agar kenceng biasanya warnet pasang server proxy dan OSnya bisanya Ubuntu.
Contoh lain, jika di kantor anda ada printer yang dishare, kemungkinan printer server ini juga menggunakan ubuntu. Website yang sedang anda akses juga kemungkinan besar menggunakan ubuntu sebagai server hostingnya.  Bahkan layanan cloud yang sering kita pakai seperti Amazon juga menggunakan ubuntu.
saya melihat ada versi ubuntu yang mengandung kata “LTS” dan tidak. apa bedanya?
LTS merupakan singkatan dari Long term support. Canonical akan mensupport Versi LTS selama 5 tahun. Sedangkan jika tidak ada LTS maka supportnya hanya 3 tahun.
Saya tidak paham dengan support, apa bentuk support dari canonical?
Mereka akan memberikan update software dan bugfix security untuk ubuntu yang anda pakai. Updata dan bugfix ini juga disediakan secara gratis.
Saya lihat, ubuntu server terlalu ribet, apa saya bisa belajar ubuntu server dengan versi ubuntu desktop saja?
Bisa, sekali lagi, perbedaannya ada pada ada tidak User interface saja. Jika anda lebih nyaman dengan ubuntu desktop, anda tingal menginstall software server yang dibutuhkan. Misalkan anda mau membuat file server, anda cukup menginstall samba dst.
Katanya server butuh spek komputer gede, berapa sih spek minimal untuk ubuntu ?
Spek minimal hanya butuh Prosesor 1 GHz (PIII) dan Ram 512 dengan hardisk 5GB sudah cukup untuk belajar. Hanya karena ada kata kata server bukan berarti harus membutuhkan spek tinggi.
waktu saya mau download, ada versi x86 dan x86_64 , saya pilih yang mana ya?
Jika prosesor komputer anda adalahprosesor 64 bit maka downloadlah yang versi x86_64, tapi jika tidak yakin download versi x86 32 bit saja.
Ubuntu itukan linux, apakah setelah saya bisa ubuntu server, ilmu saya bisa diterapkan di server linux yang lain seperti Redhat atau suSE? 
Pasti, ketika anda belajar ubuntu server, ilmu cara setting dan konfigurasi servernya hampir sama untuk distro yang lain. Perbedaan antar distro hanya ada pada saat instalasi server dan install paket. Saat belajar, perdalam konsepnya, bukan menghafal urutan instalasi dan konfigurasinya.
Saya tertarik nih belajar ubuntu server, dimana saya bisa mulai belajar?
Banyak tempat untuk belajar Ubuntu server, namun tempat wajib yang harus di kunjungi adalah ubuntu server guide.
Wah, itu pasti bahasa inggris, apa ga ada yang bahasa indonesia?
Saya juga tahu banyak orang yang malas belajar bahasa inggris, masalahnya bahasa inggris adalah bahasa pengantar ilmu komputer, jadi usahakan anda tetap belajar bahasa inggris, minimal pasif. Jika anda juga malas, baru belajar di tutorial bahasa indonesia, termasuk di candra.web.id.
Sekian dulu, semoga FAQ diatas menjawab pertanyaan dasar anda. Tutorial selanjutnya akan membahas tentang perintah dasar di Linux.

Jumat, 14 Oktober 2016

Selasa, 11 Oktober 2016
CARA KONFIGURASI PROXY SERVER 

CARA KONFIGURASI PROXY SERVER DI DEBIAN – Untuk kali ini kami akan membahas cara konfigurasi Proxy server di debian dengan mode “TRANSPARENT”.

Perlu diketahui Proxy mempunyai tiga fungsi utama, yaitu :
1.    Connection Sharing
Bertindak sebagai gateway yang menjadi batas antara jaringan lokal dan jaringan luar. Gateway juga bertindak sebagai titik dimana sejumlah koneksi dari pengguna lokal akan terhubung kepadanya dan koneksi jaringan luar juga terhubung kepadanya. Dengan demikian koneksi dari jaringan lokal ke internet akan menggunakan sambungan yang dimiliki oleh gateway secara bersama-sama (connecion sharing).

2.    Filtering
Bekerja pada layar aplikasi sehingga berfungsi sebagai Firewalll paket filtering yang digunakan untuk melindungi jaringan lokal terhadap gangguan atau serangan dari jaringan luar. Dapat dikonfigurasi untuk menolak situs web tertenu pada waktu-waktu tertentu.

3.    Caching
Proxy Server memiliki mekanisme penyimpanan obyek-obyek yang sudah diminta dari server-server di internet. Mekanisme caching akan menyimpan obyek-obyek yang merupakan permintaan dari para pengguna yang di dapat dari internet.

Langkah-langkahnya konfigurasinya sebagai berikut :

1.         Install paket Proxy server yaitu “squid”
        apt-get install squid

2.         Jika ada Konfirm Y/N, ketikkan Y lalu Enter
3.         Masuk ke direktori proxy squid
        cd /etc/squid
4.         ls
5.         Lalu edit file squid.conf
        pico squid.conf
6.    Kemudian pada file ini kita harus menambahkan beberapa keterangan, cari file bernamahttp_port 3128, CTRL-W – http_port 3128
7.         Jika sudah, maka tambahkan script dibawah ini :
        http_port 3128 transparent
        visible_hostname proxy.ferykurniawantkj2.com(Isikan nama domain proxy anda)
        cache_mgr admin@ferykurniawantkj2.com(Isikan nama domain anda)

8.         Lalu selesai, cari juga file bernama acl connect, CTRL-W – acl connect
9.         Jika sudah ketemu tambahkan script dibawah ini :
      acl fery url_regex –i “/etc/squid/alamat” (“fery hanya penamaan saja boleh diisi apa saja, “alamat”= tempat penyimpanan file yang diblokir”)
        http_access deny fery (fery adalah penaamaan yang diblok oleh proxy server, jika penaamaan “acl blokir” maka deny-nya juga “deny blokir”

      acl ip src 200.150.3.0/28 (ip= penamaan, ip address anda tapi network(terkecil) dan /28(Subnet mask ip anda/Prefect)
        http_access allow ip 

deny : memblokir situs
allow : mengizinkan situs  masuk

        CATATAN :
-             Keterangan yang sudah kita tambakan tadi juga bisa di ketik di paling atas sendiri bagian dari file ini, jadi tidak lagi mencari file http_port 3128 dan acl connect (Langsung ditambahkan di paling atas sendiri file ini, dan tambahkan keterangan yang sudah kita bahas diatas)
-             Bisa juga dalam pemblokiran menggunakan dstdomain(langsung tanpa membuat file blokir)   
    
10.     Save dengan CTRL-X, Y
11.     Lalu buat file yang didalamnya terdapat situs-situs yang kita blokir, masukkan perintah file yang sudah kita atur dalam file squid.conf (/etc/squid/alamat). Jika file tadi bernama/etc/squid/blokirmaka kita membuat filenya : pico blokir. Untuk file ini kita pakai : pico alamat
12.     Isikan situs yang kita blokir, contohnya : .kompas.com


13.     Save file CTRL-X, Y
14.   Disini kita selesai jika cara konfigurasi kita MANUAL (bukan transparent), kita cukup menghentikan konfigurasi disini dan ke komputer klien – membuka web browser dan mengisikan alamat proxy server kita – buka file yang kita blok tadi, tapi kini kita konfigurasi denganPROXY TRANSPARENT, maka kita lanjutkan konfigurasi kita
15.     Ketikkan perintah :
        pico /etc/rc.local

16.     Difile ini tambahkan script seperti dibawah ini :
        iptables –t nat –F
        iptables –t nat –A POSTROUTING –s 200.150.150.3.0/28 –j MASQUERADE
        iptables –t nat –A PREROUTING –s 200.150.3.0/28 –p tcp –dport 80 –j DNAT --to 200.150.3.1:3128
Penjelasan :
-             200.150.3.0/28 = merupakan alamat ip network server (terkecil) dan subnetmask-nya (Prefect)
-             200.150.3.1:3128 = merupakan alamat ip server dan port web server
Lebih jelasnya lihat digambar ini :
Lanjutan :

17.     Restart rc.local tadi, masukkan perintah : sh /etc/rc.local
        Apabila terdapat pesan kesalahan, cek penulisan rc.local anda tadi dan ganti dengan benar.

18.     Cek apakah terjadi kesalahan di konfigurasi proxy anda :
        squid –z atau squid –k parse

apabila tidak ada pesan error massage setelah menjalankan perintah diatas maka proxy anda sudah betul dalam penulisan di dalam file dan konfigurasinya.

19.     Lalu Restart proxy server anda:
        /etc/init.d/squid restart

        
20.     Selesai  untuk konfigurasi di server, selanjutnya kita akan cek berjalan atau tidak proxy server kita di Klien
      Sebelum kita cek Proxy pada Klien, kita harus menambahkan DOMAIN terlebih dahulu pada DNS (www.kompas.com), karena jika kita langsung cek dengan URL www.kompas.com di web browser maka tidak akan keluar Halaman Error proxy anda jika kita menggunakan Proxy Transparent (Kecuali jika anda langsung terhubung dengan internet maka tanpa membuat DOMAIN baru yang akan di blokir otomatis domain tersebut akan terblokir), tapi kalau memblokir web www.ferykurniawantkj2.com bisa karena domain tadi sudah terbuat ketika mengonfigurasikan dns server, selain domain www.kompas.com bisa diblokir dengan terhubung internet, kita juga bisa dengan menggunakan Proxy Manual caranya dengan menambahkan setting Proxy server pada Mozila Firefox dan menambahkan Alamat IP SERVER, seperti gambar dibawah ini :


Tapi kita langsung saja “No Proxy”-kan Connection setting pada Mozila Firefox anda, Langsung saja kita bahas cara menambahkan multiple domain pada debian.

MENAMBAH MULTIPLE DOMAIN

1.         Masuk ke direktori dns terlebih dahulu
        cd /etc/bind          
2.         ls
3.         nano named.conf.default-zones
4.         Pada file ini tambahkan keterangan seperti gambar dibawah :
-             Copy dengan CTRL-K pada baris file tersebut sebanyak 4 kali, lalu CTRL-U – Enter – CTRL-U lagi.
-             Tambahkan domain yang anda inginkan, contohnya : kompas.com, dan buat file penyimpanannya, contoh : /db.kompas(forward)”
-             Maka hasilnya akan seperti ini

5.         Save file CTRL-X, Y
6.         Kemudian copy file db.local ke db.kompas tadi (forward)
7.         ls
8.         pico db.kompas
9.         Ganti scriptnya seperti ini :

10.     Save file CTRL-X, Y
11.     Tambahkan juga pada file forward db.fery, tambahkan seperti gambar dibawah : pico db.fery
12.     Save file CTRL-X, Y
13.     Tambahkan juga pada file reverse db.ip, tambahkan seperti gambar dibawah
        pico db.ip
14.     Save file CTRL-X, Y
15.     Edit pada file resolver juga, seperti gambar dibawah :
        pico /etc/resolv.conf

16.     Save file CTRL-X, Y
17.     Restart bind9 anda, masukkan perintah :
        /etc/init.d/bind9 restart

18.     Cek apakah konfigurasi tadi kita berhasil atau tidak
        nslookup 200.150.3.1

19.     Dan hasilnya muncul www.kompas.com

20.     Selesai untuk menambah multiple domain, selanjutnya cek di komputer klien apakah berjalan atau tidak.

CEK PADA KOMPUTER KLIEN

1.         Kita cek terlebih dahulu di Klien 1
        Buka Web browser anda – Ketikkan URL www.kompas.com – Maka hasilnya akan seperti ini :


2.         Lalu pada Klien 2
        Buka Web Browser anda – Ketikkan URL www.kompas.com – Maka hasilnya sama seperti Klien 1

3.         Hasilnya berjalan bukan proxy server kita, sekarang kita balik :
-             www.kompas.com = dibuka
-             www.ferykurniawantkj2.com = diblokir
4.         Tampilan www.ferykurniawantkj2.com (diblokir)

5.         Tampilan www.kompas.com (dibuka)

6.         Untuk mengubah situs website mana yang dibuka dan diblokir, anda menambah dan menghapusnya pada “/etc/squid/alamat” sesuai dengan pengaturan di file squid.conf kita tadi, 
-             APABILA DIBLOKIR = TULIS contohnya .kompas.com
-             APABILA DIBUKA MAKA ANDA HAPUS .kompas.com tadi
7.         Setiap anda melakukan perubahan restart proxy anda dengan :
        /etc/init.d/squid restart
8.   Namun disini kita amati isi halaman dari www.ferykurniawantkj2.com  dan www.kompas.com SAMA. Untuk mengganti isi halaman file www.kompas.com tadi kita perlu MENGGANTI ISI HALAMAN WEB pada debian server anda. Langsung saja kita bahas disini.
  
Jika anda ingin mengganti pesan halaman error proxy anda lihat artikel dibawah ini :
Mengubah Pesan Halaman Error Proxy Squid

·            Apabila tampilan Error tidak keluar pada Web Browser anda, hal yang anda lakukan adalah :

1.         Cek keterangan-keterangan yang salah pada file ketika konfigurasi proxy server dan rubahlah menjadi yang benar.
2.         Restart debian anda (reboot).
3.         Clear History pada web browser anda, dan reload ulang halaman anda berkali-kali. 


Apabila anda ingin memliki modul dari konfigurasi dari TCP/IP - Subdomain, silahkan downloadDISINI.

Selanjutnya Kita Bahas Merubah Isi Halaman Web dan Menambahkan Subdomain.
Sekian dan Terima Kasih Semoga Bermanfaat... 

Sumber :